Menatap Rindu
Sulasmiati, S.Pd.
Gerimis malam mengingatkan
Suatu kesan berada dalam ruang,
Tak pernah terlewati...
Tapi kini benar-benar kutempati
Dalam kesendirian...
Kuterpaku menatap penuh rindu
Bisik lembut sang bayu
Menyimpan rasa itu
Dan tak sanggup menyelinap kalbu
Detak detik gemericik
Serasa menyulut lalu membakar
Menghanguskan dinding-dinding
Kehampaan....
Diri ini...
Terasa sunyi, dalam kebisingan
Terasa panas membakar
Saat dingin ruang AC menerpa
Pori-pori dinding hati
Kalut berbalut menyentuh kerapuhan jiwa merana
Sahabat Rinduku
Oleh : Sulasmiati, S. Pd.
Senja mulai manapak,
Kicau merpati mampu dimengerti
Sejak lorong kelam tak tampak,
Kata terucap merenggut hati
Gadis desa berdiri
Di tepi Sungai Jubel....
Termangu sedih berjubel
Tertantang menyibak pekatnya malam,
Menatap kelam kabut hingga berganti pagi.....
Beranjak dari mimpi malam hari
Menantang esok semakin tak pasti
Kini....
Sahabat hati sejati,
Sahabat...kurindu dan kunanti
Hari terulang sangat berarti
Tak kan kulepas meski kandas
Kata-kata selalu kuamati
Langkah selalu terhenti,
Sahabat rinduku...
Gembira damai hati ini,
Melekat menggapai mimpi
Menikmat masih merasa
Sedih pun tiada tertanda
Ini kata tak pernah hinggap
Hingga hilang tertatih rata
Bersatu Melawanmu
Dalam segala yang ada
Hingga segala kan tertulis,
Telah tersusun dan tertata rapi
Hingga seisi dunia sudut-sudut kampung
Sampai mayapada...
Kepanikan tidak akan menyelesaikan
Persoalan dunia...
Heboh pun hanyalah kepura-puraan
Terlalu tenang juga lengah terbuai
Bujuk rayumu...
Waspada usaha yakin akan keagungan-Mu
Niscaya semua akan kembali disiplin
Kupercaya tanpa ragu...
Akan hadir-Mu dalam setiap langkahku
Kamu ..... bukanlah momok menakutkan
Tapi kotaku jadi sunyi
seakan kota koma dalam dekapan mimpi burukmu
Tapi juga bukanlah lelucon
Semua pasti bisa dilalui bersama
kebersamaan melawanmu
ikuti anjuran pada setiap lorong
Lorong indah mampu menuntun
Menghantar pada kebenaran Illahi rabb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar