Rabu, 06 Mei 2020

Peran Kepala Sekolah Hadapi Pandemi Covid-19

Peran Kepala Sekolah 
Hadapi Pandemi Covid-19  


Menghebohkan... itulah kata yang terucap kali pertama. Semenjak Bulan Februari di Wuhaan Cina tentang virus covid-19 yang akhirnya menyebar hampir ke seluruh negara di dunia ini.

Tak terbesit sedikit pun di benakku kalau virus covid-19 ini akan merambah ke Indonesia negeri tercinta.

Yang awalnya mulai tanggal 16-29 Maret 2020 semua sekolah seluruh Indonesia diliburkan ,belajar online mulai dari Paud hingga SMA/K bahkan perguruan tinggi,serasa tidak percaya tapi ini nyata dan hingga sekarang 5 Mei 2020(saat menulis) masih saja belajar di rumah.... #stayathome/wfh#####

Nah..... sebagai kepemimpinan pada sebuah lembaga pendidikkan sangatlah kalang kabut mana,apa,dan bagaimana kita harus bekerja dan bergerak untuk mengaktifkan para guru dan elemen sekolah agar tetap ada KBM meski tanpa berkumpul di sekolah dan tanpa bertatap muka secara langsung.

Sejurus menatap sedih, bingung, dan galau karena semua kebijakan beralih berubah total. Apakah sama yang dirasakan oleh teman-temanku se-profesi.....??? Sejurus kuberpikir...pastilah sama terbukti dalam grup wa atau wapri saling berkeluh kesah yang sama... apalagi sekolah swasta (SMP) jenjang serupa denganku.

Detik-detik menjelang UNBK berlangsung pun ambyar kata trend ala alm. Didi Kempot.
Akhirnya kami persiapan ulang untuk ujian sekolah sebagai bahan pertimbangan kelulusan.

Dilarang berkumpul atau mengumpulkan massa... daring lah satu-satunya cara luring pun bisa tapi dengan teknik lain untuk pengambilan soal dan pengembalian lembar jawaban.  Lagi-lagi orang tua siswa harus berperan penting untuk mengambil dan mengembalikan itupun secara penjadwalan yang sudah tersusun secara rapi agar tidak bergerombol dengan tujuan memutus rantai penyebaran virus-19 dan mengikuti protokol kesehatan wajib pakai masker, sehat, dan cuci tangan dengan sabun/ handsanitizer.  Jika siswa yang mengambil sangatlah riskan untuk memberi kesempatan mereka bermain atau aji mumpung karena sedang keluar rumah.

Bagaimana dengan kegiatan guru terutama walas.... nih sangatlah berperan penting sebagai penyambung lidah ke siswa kelasnya. Tak kalah penting lagi kurikulum... ubahlah jadwal karena tidak memungkinkan tugas online sampai 5 mapel dalam sehari(kebetulan fullday school).

Itu semua yang memanaj adalah seorang pemimpin meski tanpa malu selalu bertanya dan berkomunikasi dengan sesama rekan dan pengawas sekolah agar kebijakan tetap berjalan dengan baik....
Bagaimana pula dengan ppdb...? Ini PR terberat buat panitia yang sudah terbentuk karena ppdb berada di tengah pandemi yang berkepanjangan ini.... apalagi sekolah swasta.... kuberharap tetap semangat ya sahabatku.... semoga pandemi virus covid19 ini segera berakhir.... semangat,sehat,lancar,covid pun akan sirna.
××*×****####

By.Sulasmiati, S.Pd.



Selasa, 05 Mei 2020

PENANTIAN DI TENGAH PANDEMI

           
                PENANTIAN DI TENGAH PANDEMI DAN IDUL FITRI


"Jangan panik dan gundah," bisaku menasihati karibku seperti itu. Tetapi sebenarnya apa yang berkecamuk dalam sanubariku .....? Dan juga teman-teman pasti berpikir sama denganku.
Teman sejawat yang saya selalu banggakan...bagaimana dengan yang jauh di sana...?
Pertanyaannya siapa .....? pasti semua bertanya dalam hati masing-masing.
Huppppppppppssssssstttt.....jangan terlalu kenceng ya bacanya dan jangan berteriak...."Sahabatku guru swasta."

Bukan curhat hanya sekedar berbagi rasa dan mewakili kata hati teman-teman. Pasti sama ya, karena masuk hanya piket dan jika ada perlu saja yang jelas ada sebagian yang hilang atau ditiadakan, apa tuh....??? Jadi intinya sedikit mengerucut dan sering-sering memicingkan mata untuk melihat , menghitung lembar demi lembar yang tersimpan di dompet.....

Yang intinya kami para pecandu sertifikasi  ayo dong segera dicairkan...mau kapan lagi ? Sebentar lagi sudah menjelang lebaran, pendaftaran sekolah ,dan lain-lain. Apa ini imbas dari virus covid-19 ?
Kalau memang iya justru kami berharap penuh dari sini tapi ya....harapan dan hanya mampu berharap selebihnya diserahkan saja pada pemangku kewenangan dan Yang Kuasa.

#################################################################################

Kelelahan dan kejenuhan pun sudah memuncak rasanya hingga grup wa penuh dengan pertanyaan serupa. Tetap semangat ya sahabatku semua dan pasti semua akan indah pada waktunya dan akan hadir tepat pada waktu yang sangat diperlukan.




###katahatiswastaguru####

Sabtu, 02 Mei 2020

                                                MEI TERASA SUNYI, TETAPLAH  SEMANGAT...
                                          
                                                     ( Tetaplah Berpenampilan Menarik, Anggun, dan Bijak)

   


                         
Ketika itu setahun yang lalu tepatnya tanggal 2 Mei 2019 ,semua insan pendidik dan anak-anak sekolah,kantor-kantor hingga kemendikbud.... pasti  sudah siap disibukan dengan berbagai kegiatan yang ada di sekolah yaitu memperingati Hari Pendidikkan Nasional. Seperti halnya di lembaga pendidikan  tempatku bernaung sudah dipersiapkan... gurulah sebagian yang menjadi petugas upacara. Mengapa harus guru.....pastilah namanya juga 2 Mei.....2 Mei.....2 Mei.....
lahirnya Ki Hajar Dewantara......sudah pahamkan semua pembaca jika ada nama tokoh nasional Bapak Ki Hajar Dewantara .....????
Tokoh pendidikan Indonesia yang selalu menjadi panutan dengan berbagai ide cemerlangnya ...hingga pada semboyannya yang masih tetap selalu bisa mengikuti perkembangan zaman.

Tapi ini kali kita harus lebih bersabar dan penuh keprihatinan untuk menghadapi momen-momen terpenting karena Indonesia dan berbagai negara di seluruh dunia sedang berduka menghadapi pandemi covid-19 yang tak kunjung sirna dari muka bumi ini.
Sabar.....sabar......sabar .....tauwakal dan selalu berdoa memohon rindlo Illahi Robbi. Harus banyak belajar dari setiap peristiwa baik secara pribadi maupun secara nasional bahkan internasional.

Tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional......2020 terasa teramat sepi meski mampu dilakukan dengan berbagai cara secara virtual namun menurutku tetaplah hampa....semua pembaca pasti ingat akan semboyan pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara :

      ING NGARSO SUNG TULODHO,
     ING MADYO MANGUN KARSO,
    TUTWURI HANDAYANI 

Nah, jika dalam "keroto boso jowo kata GURU diartikan digugu dan ditiru" akankah insan pendidik di Indonesia mau berpaling....???? Tegas menjawab : TIDAK.
YAKINLAH DALAM KONDISI APAPUN DAN BAGAIMANAPUN, seorang pendidik secara luwes dan bijak pasti mampu menempatkan dirinya. Guru adalah orang-orang terpilih dan harus mampu menahan emosi meski berbagai masalah berkecamuk ....lupakan, buang semua masalah yang ada ketika menghadapi anak didik di sekolah. Ajak mereka bergembira di tengah-tengah menghadapi materi pelajaran yang teramat rumit buat mereka...

Anak-anakku seluruh pelajar di belahan bumi ini...mungkin 2 bulan terakhir ini rasa dan perasaan di antara kita terasa hampa dan lengang.....
Di tengah pandemi untuk memutus rantai penyebaran / lawan virus covid-19 kita harus stayhome berdiam diri di rumah masing-masing....apa yang terjadi.......?
Yang jelas proses belajar mengajarpun masih kurang maksimal.....pribadi bapak ibu guru merasa rindu dan merindukan celoteh kalian hadir di sekolah lagi, bangku-bangku kosong segeralah terisi lagi..... canda tawa,keisengan-keisengan unik kalian yang selalu menghiasi hari-hari kami bapak ibu guru di sekolah di sepanjang pagi hingga pulang sekolah......ayo......segeralah kembali lagi seperti semula.

Namun, sebaliknya apakah kalian anak-anak didikku .......juga merindukan sekolah .....rindu belajar normal....rindu bapak ibu guru.....rindu matematika.....Bahasa Indonesia.....belajar solat bersama dan seabrek giat di sekolah ?
Kerinduan suasana aman dan nyaman dan kembali belajar di sekolah seperti biasa pastilah kalian rindu.........?
Hanya usaha dan doa bersama seluruh masyarakat di belahan bumi ini pastilah akan mampu mengembalikan pada kondisi seperti semula.
Dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional ini semoga tetap terpupuk nuansa giat dan semangat belajar ..........KARENA SEMUA PENCAPAIAN, AWALNYA DIMULAI DARI SEBUAH PROSES PEMBELAJARAN. 


###Renunganmalammenjelangtidurstayathome###