Peran Kepala Sekolah
Hadapi Pandemi Covid-19
Menghebohkan... itulah kata yang terucap kali pertama. Semenjak Bulan Februari di Wuhaan Cina tentang virus covid-19 yang akhirnya menyebar hampir ke seluruh negara di dunia ini.
Tak terbesit sedikit pun di benakku kalau virus covid-19 ini akan merambah ke Indonesia negeri tercinta.
Yang awalnya mulai tanggal 16-29 Maret 2020 semua sekolah seluruh Indonesia diliburkan ,belajar online mulai dari Paud hingga SMA/K bahkan perguruan tinggi,serasa tidak percaya tapi ini nyata dan hingga sekarang 5 Mei 2020(saat menulis) masih saja belajar di rumah.... #stayathome/wfh#####
Nah..... sebagai kepemimpinan pada sebuah lembaga pendidikkan sangatlah kalang kabut mana,apa,dan bagaimana kita harus bekerja dan bergerak untuk mengaktifkan para guru dan elemen sekolah agar tetap ada KBM meski tanpa berkumpul di sekolah dan tanpa bertatap muka secara langsung.
Sejurus menatap sedih, bingung, dan galau karena semua kebijakan beralih berubah total. Apakah sama yang dirasakan oleh teman-temanku se-profesi.....??? Sejurus kuberpikir...pastilah sama terbukti dalam grup wa atau wapri saling berkeluh kesah yang sama... apalagi sekolah swasta (SMP) jenjang serupa denganku.
Detik-detik menjelang UNBK berlangsung pun ambyar kata trend ala alm. Didi Kempot.
Akhirnya kami persiapan ulang untuk ujian sekolah sebagai bahan pertimbangan kelulusan.
Dilarang berkumpul atau mengumpulkan massa... daring lah satu-satunya cara luring pun bisa tapi dengan teknik lain untuk pengambilan soal dan pengembalian lembar jawaban. Lagi-lagi orang tua siswa harus berperan penting untuk mengambil dan mengembalikan itupun secara penjadwalan yang sudah tersusun secara rapi agar tidak bergerombol dengan tujuan memutus rantai penyebaran virus-19 dan mengikuti protokol kesehatan wajib pakai masker, sehat, dan cuci tangan dengan sabun/ handsanitizer. Jika siswa yang mengambil sangatlah riskan untuk memberi kesempatan mereka bermain atau aji mumpung karena sedang keluar rumah.
Bagaimana dengan kegiatan guru terutama walas.... nih sangatlah berperan penting sebagai penyambung lidah ke siswa kelasnya. Tak kalah penting lagi kurikulum... ubahlah jadwal karena tidak memungkinkan tugas online sampai 5 mapel dalam sehari(kebetulan fullday school).
Itu semua yang memanaj adalah seorang pemimpin meski tanpa malu selalu bertanya dan berkomunikasi dengan sesama rekan dan pengawas sekolah agar kebijakan tetap berjalan dengan baik....
Bagaimana pula dengan ppdb...? Ini PR terberat buat panitia yang sudah terbentuk karena ppdb berada di tengah pandemi yang berkepanjangan ini.... apalagi sekolah swasta.... kuberharap tetap semangat ya sahabatku.... semoga pandemi virus covid19 ini segera berakhir.... semangat,sehat,lancar,covid pun akan sirna.
××*×****####
By.Sulasmiati, S.Pd.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar