( Tetaplah Berpenampilan Menarik, Anggun, dan Bijak)

Ketika itu setahun yang lalu tepatnya tanggal 2 Mei 2019 ,semua insan pendidik dan anak-anak sekolah,kantor-kantor hingga kemendikbud.... pasti sudah siap disibukan dengan berbagai kegiatan yang ada di sekolah yaitu memperingati Hari Pendidikkan Nasional. Seperti halnya di lembaga pendidikan tempatku bernaung sudah dipersiapkan... gurulah sebagian yang menjadi petugas upacara. Mengapa harus guru.....pastilah namanya juga 2 Mei.....2 Mei.....2 Mei.....
lahirnya Ki Hajar Dewantara......sudah pahamkan semua pembaca jika ada nama tokoh nasional Bapak Ki Hajar Dewantara .....????
Tokoh pendidikan Indonesia yang selalu menjadi panutan dengan berbagai ide cemerlangnya ...hingga pada semboyannya yang masih tetap selalu bisa mengikuti perkembangan zaman.
Tapi ini kali kita harus lebih bersabar dan penuh keprihatinan untuk menghadapi momen-momen terpenting karena Indonesia dan berbagai negara di seluruh dunia sedang berduka menghadapi pandemi covid-19 yang tak kunjung sirna dari muka bumi ini.
Sabar.....sabar......sabar .....tauwakal dan selalu berdoa memohon rindlo Illahi Robbi. Harus banyak belajar dari setiap peristiwa baik secara pribadi maupun secara nasional bahkan internasional.
Tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional......2020 terasa teramat sepi meski mampu dilakukan dengan berbagai cara secara virtual namun menurutku tetaplah hampa....semua pembaca pasti ingat akan semboyan pendidikan oleh Ki Hajar Dewantara :
ING NGARSO SUNG TULODHO,
ING MADYO MANGUN KARSO,
TUTWURI HANDAYANI
Nah, jika dalam "keroto boso jowo kata GURU diartikan digugu dan ditiru" akankah insan pendidik di Indonesia mau berpaling....???? Tegas menjawab : TIDAK.
YAKINLAH DALAM KONDISI APAPUN DAN BAGAIMANAPUN, seorang pendidik secara luwes dan bijak pasti mampu menempatkan dirinya. Guru adalah orang-orang terpilih dan harus mampu menahan emosi meski berbagai masalah berkecamuk ....lupakan, buang semua masalah yang ada ketika menghadapi anak didik di sekolah. Ajak mereka bergembira di tengah-tengah menghadapi materi pelajaran yang teramat rumit buat mereka...
Anak-anakku seluruh pelajar di belahan bumi ini...mungkin 2 bulan terakhir ini rasa dan perasaan di antara kita terasa hampa dan lengang.....
Di tengah pandemi untuk memutus rantai penyebaran / lawan virus covid-19 kita harus stayhome berdiam diri di rumah masing-masing....apa yang terjadi.......?
Yang jelas proses belajar mengajarpun masih kurang maksimal.....pribadi bapak ibu guru merasa rindu dan merindukan celoteh kalian hadir di sekolah lagi, bangku-bangku kosong segeralah terisi lagi..... canda tawa,keisengan-keisengan unik kalian yang selalu menghiasi hari-hari kami bapak ibu guru di sekolah di sepanjang pagi hingga pulang sekolah......ayo......segeralah kembali lagi seperti semula.
Namun, sebaliknya apakah kalian anak-anak didikku .......juga merindukan sekolah .....rindu belajar normal....rindu bapak ibu guru.....rindu matematika.....Bahasa Indonesia.....belajar solat bersama dan seabrek giat di sekolah ?
Kerinduan suasana aman dan nyaman dan kembali belajar di sekolah seperti biasa pastilah kalian rindu.........?
Hanya usaha dan doa bersama seluruh masyarakat di belahan bumi ini pastilah akan mampu mengembalikan pada kondisi seperti semula.
Dengan memperingati Hari Pendidikan Nasional ini semoga tetap terpupuk nuansa giat dan semangat belajar ..........KARENA SEMUA PENCAPAIAN, AWALNYA DIMULAI DARI SEBUAH PROSES PEMBELAJARAN.
###Renunganmalammenjelangtidurstayathome###
Tidak ada komentar:
Posting Komentar